Ayoo Pindah ke Cloud Computing !

Kami akan mencoba menjelaskan beberapa cara yang biasa kami gunakan untuk melakukan pindahan (migrasi) dari pelanggan (Private Cloud/Hybrid Cloud) ke Cloud Computing GCP, AWS Dll (Public Cloud).

1. MIGRASI LEVEL APLIKASI/OS

Skenario ini biasanya calon pelanggan masih menggunakan server fisik. Pindahan data tidak terlalu besar (biasanya < 30 GB). Untuk data yang relatif kecil ini, transfer menggunakan jalur internet masih memadai. Kami akan membuka akses ke Public Cloud kami dan pengguna (atau kami bisa memberikan bantuan) untuk melakukan copy/transfer data dari Private Cloud calon pelanggan menuju Public Cloud kami. Tentunya saat proses berlangsung, service dari aplikasi yang ada pada private cloud pelanggan tersebut tidak akan mengalami down (layanan aplikasi tetap hidup) karena pemindahan dilakukan pada level Aplikasi. Setelah selesai, aplikasi bisa diuji coba terlebih dahulu sebelumberstatus sebagai “Production”.

Untuk data yang lumayan besar (> 30 GB) kami akan melakukan teknik backup/restore data. Ini biasanya kami tawarkan ke aplikasi yang banyak memuat multimedia, seperti gambar, video, music.

Untuk pelanggan yang memiliki data yang besar dan lokasinya tidak terjangkau secara geografis (contoh: diluar wilayah hukum Indonesia), kami terpaksa menggunakan jalur internet sebagai media untuk melakukan sinkronisasi data.

Kelebihan dari teknik ini adalah, aplikasi pelanggan bisa terus tersedia, tidak perlu downtime. Kekurangan dari teknik ini adalah, aplikasi tersebut harus dibangun ulang pada lingkungan Public Cloud.

Beberapa aplikasi yang bisa menggunakan teknik ini adalah aplikasi berbasis web, pada umumnya linux based, web application, E-Commerce (multimedia), Database (ukuran kecil, dibantu dengan backup restore, eg: MS SQL Express, mySQL).

2. MIGRASI LEVEL INFRASTRUKTUR

Bagi pelanggan yang masih menggunakan server fisik, kami akan mengubah bentuk server, yakni dari fisik ke virtual dengan menggunakan beberapa tools dari vendor virtualisasi (contoh: VMware Standalone Converter). Tools ini akan melakukan konversi dari fisik ke virtual, sehingga server pelanggan akan terdiri dari beberapa file saja. Tools ini juga digunakan oleh System Integrator (SI) secara global untuk migrasi dari server fisik ke virtual. Penjelasan lengkap dari tools ini bisa didapat pada http://www.vmware.com/products/converter.

Kelebihan dari teknik ini adalah tidak perlunya melakukan konfigurasi ulang aplikasi, yang konon katanya “Sulit”. Aplikasi yang akan dimigrasikan, sama persis, ketika nanti berada di Cloud. Kekurangannya, kemungkinan besar saat melakukan konversi, layanan aplikasi tidak tersedia karena sinkronisasi data yang dibutuhkan oleh tools ini. Kedua, baik buruk-nya isi OS (seperti, file tidak berguna, konfigurasi OS yang salah, virus yang “berteduh” di OS) akan masuk semua ke Cloud.

Keuntungan pelanggan yang telah menggunakan virtualisasi pada datacenter mereka (baik itu berbayar atau free (gratis!), http://www.vmware.com/products/vsphere-hypervisor/, atau dari workstation, http://www.vmware.com/products/workstation/ dan http://www.vmware.com/products/fusion/, adalah bentuk server yang sudah berupa software. Kemudahan yang didapat adalah server virtualisasi bisa melakukan copy/paste  file sehingga kami cukup memberikan media penyimpanan, biasanya flashdisk/portable disk sesuai kebutuhan, untuk melakukan migrasi aplikasi pelanggan ke cloud. Kelebihan dari teknik ini adalah kemudahan melakukan migrasi walaupun vendor hardware yang berbeda. Kekurangan dari teknik ini adalah pelanggan harus memiliki teknologi virtualisasi terlebih dahulu.

Di Nusa Network Prakarsa , kita dapat memindahkan data, aplikasi, atau seluruh server di cloud, dan platform fisik dan virtual. Anda dapat dengan mudah memindahkan beban kerja dengan proses berulang yang terstruktur.

Kejar peluang baru tanpa risiko gangguan pada bisnis Anda. Pastikan beban kerja Anda selalu berjalan di platform yang tepat sehingga tim dan perusahaan Anda dapat berkembang.

Berikut adalah rangkaian jenis server yang dapat kami migrasi ke Public Cloud:

  • Windows Servers
  • File Servers & NAS
  • Linux based servers
  • Web servers

Yang terpenting, ketika proses migrasi berlangsung kami akan membuat keamanan jaringan yang diperlukan seperti firewall dan VPN untuk memastikan data Anda aman di cloud.

Kami juga akan melakukan ragam tugas seperti:

Mengevaluasi jadwal migrasi hingga selesai dan mengidentifikasi kumpulan server berikutnya untuk bermigrasi.

Melihat karakteristik server yang akan dimigrasikan untuk mengidentifikasi dependensi dan layanan yang diperlukan.

Sejalan dengan langkah di atas, kami akan mengirimkan kusioner pada pemilik aplikasi yang bertugas mengumpulkan informasi teknis tentang server.

Bandingkan dan rekonsiliasi informasi tentang konfigurasi dan dependensi server dari kuesioner.

Atur, sempurnakan dan komunikasikan jadwal migrasi terakhir.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang biasanya kami ajukan ke pelanggan:

  • Application team operational points of contacts
  • Machine specifications (cores, RAM, local disk, etc.)
  • Operating system and specific configurations
  • Network ingress/egress bandwidth needs
  • Associated firewall rules
  • DNS entries
  • Databases hosted/accessed
  • Required attached storage
  • Load balancing needs
  • Authentication needs
  • Integrated monitoring systems
  • Associated cost center

Mulai migrasi server Anda bersama kami

Email              : sales@nusanetwork.com / services@nusanetwork.com

Tlp                  : +62 21 5435 3007