Technolgy
Apa yang Dimaksud dengan Phishing? Ini Penjelasannya

Apa yang Dimaksud dengan Phishing merupakan salah satu pertanyaan penting di era digital yang serba terhubung saat ini. Phishing adalah bentuk serangan siber yang sering terjadi dan menargetkan individu atau organisasi dengan tujuan mencuri data sensitif, seperti kata sandi, informasi kartu kredit, hingga identitas pribadi. Metode ini biasanya dilakukan dengan menyamar sebagai entitas tepercaya melalui email, pesan teks, atau situs web palsu.
Apa yang Dimaksud dengan Phishing
Apa yang Dimaksud dengan Phishing? Phishing adalah tindakan penipuan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan siber untuk mengelabui korban agar memberikan informasi pribadi secara sukarela. Serangan ini sering menggunakan komunikasi elektronik, seperti email atau pesan instan, yang tampak seolah berasal dari sumber resmi—misalnya bank, layanan online, atau instansi pemerintah.
Tujuan utama phishing adalah mendapatkan akses ke akun korban, melakukan pencurian identitas, atau bahkan menyebarkan malware. Meskipun kelihatannya sepele, phishing telah menjadi salah satu metode paling efektif dalam dunia kejahatan siber karena mengandalkan kelengahan manusia, bukan celah teknis.
Beberapa ciri umum pesan phishing antara lain:
- Mengandung tautan atau lampiran mencurigakan.
- Menyampaikan pesan mendesak atau mengancam.
- Menggunakan logo atau nama organisasi terkenal secara tidak resmi.
- Mengandung kesalahan ejaan atau tata bahasa.
Baca Juga : 12 Jenis Jenis Malware Berbahaya di Dunia Maya
Contoh Phishing
Setelah mengetahui Apa yang Dimaksud dengan Phishing, berikut ini adalah beberapa contoh serangan phishing yang sering dijumpai:
1. Email Palsu dari Bank
Korban menerima email yang tampaknya berasal dari bank resmi, meminta untuk memperbarui informasi akun atau memverifikasi transaksi tertentu. Tautan dalam email mengarah ke situs web palsu yang menyerupai situs resmi. Jika korban mengisi data di sana, maka informasi sensitif seperti nomor rekening atau PIN bisa dicuri oleh pelaku.
2. Pesan WhatsApp dari ‘Admin Grup’
Pelaku mengaku sebagai admin dari grup WhatsApp tertentu, seperti komunitas, arisan, atau toko online, dan meminta korban mengisi formulir atau mengklik tautan dengan iming-iming hadiah atau promo. Tautan tersebut biasanya mengarah ke situs phishing yang mencuri data pribadi atau memasang malware di perangkat korban.
3. Notifikasi Palsu dari Media Sosial
Korban menerima email atau pesan langsung yang tampak berasal dari media sosial seperti Facebook atau Instagram, mengklaim ada aktivitas mencurigakan atau pelanggaran kebijakan. Korban diminta login melalui tautan yang ternyata mengarah ke halaman palsu. Begitu data login dimasukkan, akun media sosial korban bisa langsung dibajak.
4. Phishing Melalui Iklan Berbahaya (Malvertising)
Pelaku memanfaatkan iklan digital untuk menyebarkan situs phishing. Iklan tersebut sering kali menawarkan hadiah menarik, diskon besar, atau aplikasi gratis. Ketika diklik, korban diarahkan ke situs berbahaya yang menyamar sebagai halaman resmi dan meminta informasi sensitif atau langsung memasang malware ke perangkat korban.
PT Nusa Network Prakarsa merupakan System Integrator terpercaya yang menyediakan solusi teknologi informasi dan komunikasi secara menyeluruh bagi kebutuhan bisnis dan institusi.

