ICT Solutions

Apa Itu Zero Trust Security?

14 October 2025
Apa Itu Zero Trust Security?

Apa Itu Zero Trust Security? Zero Trust Security adalah pendekatan keamanan jaringan yang menghilangkan konsep “kepercayaan bawaan” (implicit trust) terhadap pengguna, perangkat, maupun jaringan internal. Dalam model ini, semua permintaan akses ke data atau sistem harus diverifikasi terlebih dahulu, terlepas dari lokasi pengguna, baik dari dalam maupun luar jaringan organisasi.

Model Zero Trust dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT modern dan ancaman siber yang semakin canggih, termasuk serangan dari dalam (insider threats) dan kebocoran data akibat akun atau perangkat yang dikompromikan.

Apa Itu Zero Trust Security?

Zero Trust Security adalah framework keamanan yang berprinsip pada: “Never trust, always verify”. Artinya, setiap permintaan akses ke sumber daya digital harus melalui proses autentikasi dan otorisasi yang ketat, bahkan jika berasal dari jaringan internal. Tiga prinsip utama dalam Zero Trust meliputi.

Verifikasi eksplisit

Semua permintaan akses harus divalidasi secara menyeluruh berdasarkan identitas pengguna, status dan kepatuhan perangkat, lokasi geografis, waktu akses, dan konteks permintaan. Pendekatan ini memastikan hanya pihak yang benar-benar sah yang mendapatkan akses ke sumber daya penting.

Akses paling minimal (Least Privilege Access)

Setiap pengguna, perangkat, atau aplikasi hanya diberikan hak akses sesuai kebutuhan minimum untuk menjalankan tugasnya. Dengan membatasi ruang lingkup akses, risiko penyalahgunaan atau eksfiltrasi data menjadi jauh lebih rendah.

Asumsi bahwa ancaman sudah ada

Zero Trust mengasumsikan bahwa ancaman bisa berasal dari mana saja — termasuk dari dalam jaringan internal. Oleh karena itu, perlindungan harus diterapkan secara menyeluruh tanpa bergantung pada perimeter jaringan tradisional.

Baca Juga : Contoh Ancaman Cyber yang Sering Terjadi di Dunia Digital

Bagaimana Cara Kerja Zero Trust?

Cara kerja Zero Trust berfokus pada pembatasan akses dan verifikasi ketat terhadap setiap interaksi dalam sistem, dengan langkah-langkah berikut.

Identifikasi dan autentikasi pengguna dan perangkat

Menggunakan metode seperti Multi-Factor Authentication (MFA) dan sistem identitas yang kuat untuk memastikan hanya pihak yang sah yang bisa mengakses jaringan.

Penerapan kebijakan akses berbasis konteks

Akses diberikan berdasarkan variabel seperti lokasi, perangkat yang digunakan, waktu, dan jenis permintaan bukan hanya berdasarkan login sederhana.

Segmentasi jaringan

Jaringan dibagi menjadi beberapa zona kecil, sehingga jika terjadi pelanggaran, dampaknya terbatas dan tidak menyebar ke seluruh sistem.

Pemantauan dan logging berkelanjutan

Setiap aktivitas pengguna dan perangkat dimonitor secara real-time untuk mendeteksi perilaku mencurigakan, anomali, atau pelanggaran kebijakan keamanan.

Manajemen perangkat dan enkripsi

Perangkat yang digunakan harus memenuhi standar keamanan, dan semua komunikasi data harus dienkripsi, baik saat dikirim maupun disimpan.


Background Solution

We run all kinds of IT services that vow your success

Contact our Expert